Barakallah Fii Umrik, YIT !

Dalam sebuah film animasi berjudul Inside Out, pemikiran dan perasaan manusia dikendalikan oleh lima sosok. Joy si gembira, si sedih Sadness, Fear si penakut, Disgust si risih, dan si pemarah Anger. Mereka berlima mengendalikan tombol panel di kepala manusia yang menjadi penentu apa yang dirasakan dan tindakan apa yang akan dilakukan atas apa yang terjadi. Jika Joy yang mengendalikan, […]

AN ATTRACTION

Seorang gadis kecil menatap wajah ibunya yang sedang melakukan atraksi di dapur. Ia duduk bersila di lantai, menyandar pada tembok. Memerhatikan dengan seksama bagaimana ibunya bisa mencuci piring-piring dan gelas yang banyak sambil menggoreng ikan, menumis kangkung, mencuci beras, mengupas bawang, dan meracik bumbu-bumbu yang ada untuk kemudian secara profesional menguleknya menjadi sambal di sela-sela […]

Berkediplah, Sekelebat itu takdir akan menemuimu

Kau memintaku mendeskripsikan abu Sesuatu yang menjadi begitu setelah api bertemu air Kau memintaku menjelaskan redup Sesuatu yang menjadi begitu setelah gelap bertemu terang   Aku tidak bisa.   Membuat puisi tentangmu adalah sebuah pelucutan Bercerita tentang kamu tidak sesederhana kisah-kisah picisan Mengabarkan sedikit saja rasa yang ada sejak kita bersama, tetap saja…   Aku […]

[Lanjutan Prolog Novel Pertama] AINI

Benarlah apa yang teman-teman bicarakan. Aini jadi anak usil di sekolah lantaran perilaku yang ia terima di rumah. Lihat saja. Sore itu, saat langit terbentang jingga, layang-layang bertebaran di kejauhan, di salah satu teras sebuah rumah seorang laki-laki dewasa tengah membungkuk, keningnya mengerut, sambil menarik urat lehernya, ia marah-marah seraya memukulkan gagang sapu ijuk ke […]

[Prolog Novel Pertama] DIALOG

Disadari atau tidak sejak kecil mungkin setiap dari kita ketika pulang dari manapun ketika tiba di rumah maka sosok yang pertama kali dicari adalah ibu meskipun kita sedang tidak ada perlu apa-apa darinya. Saat ibu terlihat, sudah. seolah terjamin semua akan baik-baik saja.   “Ini tulisan terbaru Ica?” “Ayah menemukannya di mana?” Seorang gadis berusia […]

CITA – CITA

Semburat asa melintasi pagar batas. Berloncatan ke segala arah. Liar. Verin adalah satu dari jutaan anak laki-laki yang bercita-cita menjadi pilot. Setiap hari ia duduk di atas dahan kayu menggantung dari batang pohon di ujung lapangan. Sepanjang sore ia akan merentangkan tangannya, melimbungkan diri ke kanan dan ke kiri. Sesekali ia menjadi pesawat, lebih sering […]

TIDAK TAHU

Aroma sabun menguar tajam dari sebuah ruangan tanpa jendela. Ruangan 3 x 4 meter dengan cat mengelupas dan lantai kering berdebu. Lantai itu hanya basah sesekali. Saat ada yang datang, maka sejatinya mereka adalah yang telah pergi ; Ruang pemandian jenazah. Ada seorang wanita paruh baya yang hidup sebatang kara. Punggungnya bungkuk dan jalannya terseok […]

ES TEH MANIS – part 2

Rama membuang napas kesal. Di sampingnya duduk malas seorang Adan yang menarik napas bosan. Mereka berdua sahabat karib, sekaligus seringkali menjadi petarung yang saling menyerang tiada ampun. Rama dan Adan tidak pernah tahu persis apa yang membuat keduanya merasa nyaman menjadi teman. Pun juga tidak begitu penting rasanya membahas apa alasan keduanya tidak jarang bertengkar. […]

ES TEH MANIS – part 1

safiranisa.com - Es Teh Manis

Namanya Aya. Ia seorang anak perempuan berkuncir dua yang setiap hari selalu bermimpi punya sayap dan bisa terbang. Aya anak yang ceria, penuh semangat, dan cerdas. Malam itu Aya tidak bisa tidur. Ia tidak bisa memejamkan matanya sedikit saja karena ia tidak ingin melewatkan semburat pertama terbitnya matahari. Besok adalah hari yang ditunggu-tunggu selama ini. […]

PADA SUATU HARI

safiranisa.com - Pada Suatu Hari

  Desing hening meramaikan sunyi Lapar. Kering. Terik. Kerontang Orang-orang terkulai bosan Terlalu sering tertawa sedih. Menangis bahagia. Terpenjara fatamorgana Tidak. Tidak sedramatis itu Toh kita tetap menikmatinya Bukan kefanaan Tapi kesementaraan yang abadi   Pada suatu hari… Sebuah mercusuar berbunyi nyaring. Kita berkumpul di kakinya. Sebuah pengumuman membahana. Kita berdiri tenang mendengarkan. Tidak perlu […]